Amalan utama dan sunah Idul Adha meliputi puasa Arafah (9 Zulhijah), mengumandangkan takbir, mandi besar, memakai pakaian terbaik dan wewangian, tidak makan sebelum salat Id, berjalan kaki ke masjid dan mengambil rute berbeda saat pulang, serta melaksanakan ibadah kurban.
Berikut adalah rincian amalan yang bisa Anda kerjakan saat Hari Raya Idul Adha:
1. Amalan Jelang Idul Adha (Hari Arafah)
- Puasa Arafah (9 Zulhijah): Sangat dianjurkan bagi yang tidak sedang berhaji, karena memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
- Memperbanyak Takbiran: Waktu takbiran Idul Adha lebih panjang, dimulai dari waktu Subuh pada 9 Zulhijah hingga hari Tasyrik berakhir (13 Zulhijah).
2. Amalan Sebelum Salat Idul Adha
- Mandi Sunah Idul Adha: Dianjurkan mandi besar (keramas) sebelum berangkat ke tempat salat, baik untuk laki-laki maupun perempuan.
- Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian: Sunah mengenakan pakaian bersih dan rapi (tidak harus baru) serta memakai wewangian yang tidak menyengat.
- Tidak Makan Sebelum Salat: Berbeda dengan Idul Fitri, saat Idul Adha disunahkan menahan diri untuk tidak makan terlebih dahulu hingga selesai melaksanakan salat Id.
3. Amalan Saat Berangkat dan Pulang Salat Id
- Berjalan Kaki: Dianjurkan berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan salat Id.
- Melewati Jalan Berbeda: Sunah untuk mengambil rute jalan yang berbeda antara berangkat menuju tempat salat dan pulang ke rumah untuk memperluas silaturahmi dan syiar.
4. Amalan Utama Pada Hari Raya dan Hari Tasyrik
- Melaksanakan Ibadah Kurban: Menyembelih hewan kurban bagi yang mampu sebagai bentuk ketaatan dan meneladani kisah Nabi Ibrahim AS.
- Makan Setelah Salat Id: Disunahkan untuk makan setelah pulang dari salat Id, dan dianjurkan makan kurma dalam jumlah ganjil (atau makanan pokok lainnya jika kurma tidak tersedia).
- Hari Tasyrik (11, 12, 13 Zulhijah): Umat Islam dilarang berpuasa di hari-hari ini dan dianjurkan memperbanyak zikir, takbir, serta makan dan minum.

PROMO.webp)





